Rabu, 24 Agustus 2016

Dualitas Media Social Dan Media Bisnis

pertemuan pertama ini, pada tangal 23 agustus 2016 kami kedatangan Dosen tamu yaitu Agus Sudibyo. dalam matakuliah kapita selekta beliau merupakan Deputi Direktur Yayasan Sains Estetika dan Teknologi (SET) Jakarta, Koordinator Loby Koalisi Untuk Kebebasan Informasi (Koalisi NGO yang berubaha memperjuangkan pengesahan UU Kebebasan Informasi/Freedom of Information Act, berdiri sejak Desember 2000) dan Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat dan Penegakan Etika Dewan Pers.

Dan topic yang beliau bahasa dalam kelas kapita selekta kali ini, adalah dualitas media social dan media bisnis. Dimana media social tidak murni digunakan  untuk kegiatan interaksi social atau kegiatan yang berhubungan dengan sosialisasi, beliau mengatakan secara terselubung media social sudah di setting atau di koordinasikan untuk “Bisnis Semata”.  dimana adanya kaum capitalism yang memata-matai kita semua  dengan media social, yang digunakan oleh kaum capitalism dalam meluncurkan strategi untuk berjualan. Karena menurut beliau media social telah masuk keruang pribadi kita semua, dan dia memberikan sedikit gambaran yaitu facebook dan google:

-facebook sudah seperti suadara kita kenapa? karena dia itu tau semua hal tentang kita, dari awal kita telah membuat akun facebook itu sendiri. dan kita secara tidak sadar telah mengunggah data pribadi kita, yang diam-diam mereka membuat catatan dan merekam semua aktivitas kita di dalam facebook itu. contoh nya pada saat kita meng shere video yang menunjukan kesukaan kita terhadap olahraga tertentu katakana lah futsal maka mereka akan mempunyai data kita sebagai orang yang menyukai olahraga fulsal yang dapat digunakan untuk berjualan sepatu futsal, bola, baju DLL. Bisa bayangkan 1,23 miliar adalah penguna facebook, 58% nya adalah penguna aktif yang mengakses nya setiap hari, dan 50% yang mengunakan prangkat smart phone. Yang secara tidak langsung kaum capitalism diuntungkan dari segala data yang mereka punya.

-google yang lebih mirip seperti tetangga kita, yang jika kita membutuhkan kita dapat berinteraksi dengan dia. sistemnya mirip-mirip dengan facebook tetapi google ini lebih sepesipik lagi karena kita langsung menuliskan keyword yang kita butuhkan. dan lagi-lagi lagi media google ini diam-diam merekam dan mencatat segala aktivitas yang kita lakukan di google ini, yang berujung kaum capitalism lah yang paling di untungkan dalam proses ini. Oke kita ambil contoh, pebedaan google dan doctor:

-doctor : pasien konsultasi dan doctor memberikan solusi putus sampai disana hubungan yang terjadi antara pasien dan doctor.

-google : kita mengshere data personal kita seperti penyakit yang sedang kita derita dan diam diam google mencatat aktivitas kita yang digunakan sebagai refrensi iklan.

                      +Dan sebagai catatan iklan-iklan di media online tidak dipungut pajak                     

            Lebih jauh beliau menjelaskan menusia mempunyai hak untuk di lupakan, karena sangat jelas segala macam pencatatan dan perekaman tentang data diri kita sewaktu waktu dapat berdampak buruk dikemudia hari, yang digunakan kaum-kaum capitalism untuk keuntungannya semata.  contoh paling sering kita alami adalah banyak iklan-iklan yang mengangu aktivitas kita yang muncul tampa persetujuan kita missal di email kita atau bahkan di smart phone kita.

Pertanyaan penting ? …
Mau jadi penonton atau pelaku?
Mau mengambil manfaat atau di manfaatkan?
Menjadi penentu atau objek eksploritasi?

Postingan ini dibuat untuk memenuhi
tugas mata kuliah kapita selekta di
Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Tarumanagara (FIKom UNTAR)
kelompok 3 yang berangotakan:
Frans Giovanni/915130123
Jason Montana/915130104
Robby Tirta/915130105
Roderick/915130149
Tjam Robby/915130121
Nikky/915130122

Tidak ada komentar:

Posting Komentar