Kapita selekta pada tanggal 15 November 2016, diajarkan oleh bapak Didiet Anindita, seorang photographer profesional. Beliau adalah pendiri Didit Anindita School of Photography. Beliau mulai mengajar tentang fotografi sejak tahun 2011. Beliau banyak mendapatkan penghargaan dan salah satunya adalah penghargaan yang diberikan National Geographic
Ciri khas dalam foto Didit Anindita dengan model memakai
celana jeans dan lipstick berwarna merah dengan latar belakang abu-abu putih.
seorang fotografer di bidang advertising harus bisa menguasai
semua bagian agar dapat memudahkan perkerjaannya dalam menerjemahkan pesan yang
ingin disampaikan oleh klien. Di dalam sebuah foto sangat penting memiliki
cerita yang mengandung berita pada sebuah gambar yang memiliki unsur :
- Siapa ? (Who)
- Mengapa ?
(Why)
- Dimana ?
(Where)
- Kapan ? (
When)
Dalam Journalism Photography, kualitas foto tidak terlalu
penting tetapi moment yang sangat dipentingkan kemudian kekreatifan
yang berbeda dari yang lain didalam sebuah gambar.
(Life Product)
Semua foto-foto tersebut memiliki makna masing-masing,
Fotografi Periklanan banyak sekali hal-hal yang perlu di perhatikan dalam
teknik fotografi itu sendiri. Fokus terhadap benda atau objek yang ingin di
ambil adalah sebuah kunci dalam pemotretan, kemudian harus mengerti bagaimana
ingin mendapatkan hasil yang baik dalam sebuah fotografi. Fotografi dalam
periklanan bertujuan untuk mempromosikan suatu produk yang dimiliki perusahaan
atau perorangan (individu) kepada klien dan khalayak agar orang tertarik dengan
produk iklan yang di buat fungsinya untuk menvisualisasikan (gambaran atau
imajinasi) terhadap suatu produk.
Pada Fotografi Periklanan yang sangat penting adalah
individu (diri kita) juga harus tahu jenis foto periklanan apa yang kita pilih
karena dari macam-macam jenis foto periklanan memiliki perbedaan masing-masing
dari setiap jenisnya. oleh karena itu, kita harus menghasilkan foto yang
terbaik agar lebih menarik perhatian dalam sebuah iklan.
Cara pengambilan foto :
Pengaturan Speed Proses pembakaran negatif di dalam kamera untuk mendapatkan imaji tertentu dipengaruhi oleh cara kerja dan kecepatan rana kamera. Kita bisa menentukan kecepatan rana saat pembakaran dengan pengaturan speed. Semakin tinggi speed (high speed) yang kita pakai maka akan semakin cepat pula rana bekerja dan sebaliknya, semakin rendah speed (low speed) yang kita pakai maka akan semakin lambat pula rana bekerja. Dalam dunia fotografi terdapat istilah pencahayaan normal (normal eksposure), pencahayaan rendah (under eksposure) dan pencahayaan tinggi (over eksposure).
Pengaturan Diafragma Sebuah foto yang menarik adalah dimana foto tersebut terdapat dimensi ruang atau kesan kedalaman. Fasilitas diafragma pada lensa kamera berperan penting dalam mengatur pemisahan antara bidang background dan obyek utama. Diafragma juga menetukan seberapa luas ruang tajam pada foto. Semakin kecil bukaan diafragma semakin luas ruang tajam yang bisa kita dapatkan dan semakin besar bukaan diafragma maka semakin sempit ruang tajam dalam foto.
Dalam pelajaran kali ini kami banyak mendapat pengetahuan lebih dalam soal fotografi dan penjelasan yang diberikan beliau sangat mudah dipahami.
Pengaturan Speed Proses pembakaran negatif di dalam kamera untuk mendapatkan imaji tertentu dipengaruhi oleh cara kerja dan kecepatan rana kamera. Kita bisa menentukan kecepatan rana saat pembakaran dengan pengaturan speed. Semakin tinggi speed (high speed) yang kita pakai maka akan semakin cepat pula rana bekerja dan sebaliknya, semakin rendah speed (low speed) yang kita pakai maka akan semakin lambat pula rana bekerja. Dalam dunia fotografi terdapat istilah pencahayaan normal (normal eksposure), pencahayaan rendah (under eksposure) dan pencahayaan tinggi (over eksposure).
Pengaturan Diafragma Sebuah foto yang menarik adalah dimana foto tersebut terdapat dimensi ruang atau kesan kedalaman. Fasilitas diafragma pada lensa kamera berperan penting dalam mengatur pemisahan antara bidang background dan obyek utama. Diafragma juga menetukan seberapa luas ruang tajam pada foto. Semakin kecil bukaan diafragma semakin luas ruang tajam yang bisa kita dapatkan dan semakin besar bukaan diafragma maka semakin sempit ruang tajam dalam foto.
Dalam pelajaran kali ini kami banyak mendapat pengetahuan lebih dalam soal fotografi dan penjelasan yang diberikan beliau sangat mudah dipahami.
Postingan ini dibuat untuk memenuhi
tugas mata kuliah kapita selekta di
Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Tarumanagara (FIKom UNTAR)
kelompok 3 yang berangotakan:
Frans Giovanni/915130123
Jason Montana/915130104
Robby Tirta/915130105
Roderick/915130149
Tjam Robby/915130121
Nikky/915130122
tugas mata kuliah kapita selekta di
Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Tarumanagara (FIKom UNTAR)
kelompok 3 yang berangotakan:
Frans Giovanni/915130123
Jason Montana/915130104
Robby Tirta/915130105
Roderick/915130149
Tjam Robby/915130121
Nikky/915130122
Tidak ada komentar:
Posting Komentar