Pembicara : Aminah Swanarti ( dosen Universitas Muhammadiyah dan Universitas Mustofo).
Media Independen?
Media independen merupakan media yang secara aktif dikelolan oleh individu atau sekelompok individu. Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) termasuk media independen. Dahulu kedua lembaga media tersebut bukan tergolong media independen karena masih memiliki unsur pemerintahan dimana pemerintah masih memegang kausa atas Dewan Pers dan KPI.
Media massa menurut Eoin Devereux (2005)
- “Wadah” berkomunikasi antara sender dengan receiver
- Sebuah industri atau organisasi
- Merupakan institusi yang memproduksi teks sebagai komoditas
- Agen perubahan social dan global
- Agen sosialisasi dan menjadi sumber yang sangat kuat dalam mengkonstruk kebermaknaan social (social meaning)
Media sebagai industri:
- Media adalah industri yang menghasilkan komoditas maka unsur komersial menjadi menonjol
- Komersial adalah implikasi dari revolusi media yang mendorong media dengan visi ekonomi
- Hal ini wajar mengingat inovasi media komunikasi memang disemangati oleh jiwa kapitalisme
- Hal ini Nampak dari posisi modal (kapital) yang menjadi penentu bagi teknologi
- Wajah industrialisasi media disinyalemen telah berperan mengalirkan desakralisasi, depolitisasi, dehumanisasi
- Media dapat muncul sebagai ancaman apabila logika pesan media tunduk kepada sekelompok orang yang mendistorsi bahasa atau pesan media untuk mengendalikan pikiran khalayak dalam memahami realitas
- Media massa (di Indonesia) merupakan tampilan sosok yang retak karena apa yang direkam adalah masyarakat yang juga telah mengalami keretakan mental'. Contoh: manusia telah mengajukan kritik yang pedas terhadap materialisme, tetapi pada saat yang sama pola hidup konsumerisme dan hedonisme semakin menguat dan seolah menjadi ekspresi sukses dan bahkan modus eksistensi pergaulan
Dominasi Pemilih Modal
- Pihak yang menentukan proses komunikasi dari peliputan informasi, pengemasan informasi, hingga pemasaran informasi adalah PEMILIK MODAL, kondisi ini mau tidak mau mempengaruhi visi media
- Posisi redaksional dalam organisasi komunikasi (sering disebut gatekeeper) menjadi sangat lemah
Media Massa menurut Eoin Devereux (2005):
1. Media massa merupakan “wadah” berkomunikasi antara sender dengan receiver.
Dalam komunikasi terdapat unsur komunikator dan komunikan. Media massa juga memiliki komunikator. Komunikator dalam media massa atau yang disebut sebagai sender adalah orang yang terlibat dalam proses perencanaan hingga pembuatan komunikasi. Seringkali masyarakat berpikir bahwa pembaca berita merupakan komunikator dalam media massa. Pemahaman ini tentulah tidak benar. Pembaca berita hanya bertuga sebagai media yang menyampaikan informasi yang memiliki nilai berita. Untuk itu pembaca berita bukanlah komunikator. Begitu juga dengan komunikan atau penerima berita disebut sebagai receiver.
2. Sebuah industri atau organisasi
Media massa harus berupa industri atau organisasi. Pada dasarnya media massa berupakan sebuah industri baik swasta maupun pemerintah yang ditujukan untuk memberikan informasi, hiburan, serta edukasi kepada publik secara cepat dan luas. Namun saat ini, makna dari media massa semakin bergeser karena adanya konglomerasi media. Terdapat beberapa pihak yang memonopoli media untuk kepentigan beberapa pihak saja. Sebut saja saat ini TVRI yang merupakan stasiun televisi pemerintah pertama di Indonesia digunakan sebagai sarana melakukan propaganda.
3. Merupakan institusi yang memproduksi teks sebagai komoditas.
Media massa merupakan sebuah institusi yang memproduksi teks sebagai komoditas. Yang dimaksud dengan teks bukanlah tulisan semata namun dapat berupa gambar. Di jaman sekarang ini, teks sering diperjual belikan.
4. Agen perubahan sosial dan global.
Pada dasarnya, media massa mencakup masyarakat luas yang tak terhitung jumlahnya. Maka itu, media massa akan dengan mudah mengubah perubahan sosial secara global dalam waktu yang singkat. Sehingga diharapkan media massa dapat mendukung hal – hal yang positif.
5. Agen sosialisasi dan menjadi sumber yang sangat kuat dalam mengkonstruk kebermaknaan sosial (social meaning).
Setiap informasi yang diberikan pasti memiliki maknanya tersendiri. Untuk itu keberadaan media massa sebagai sumber yang begitu kuat dalam membentuk sebuah makna sosial. Kekuatannya bukan hanya sekedar membentuk namun juga dapat mengubah makna sosial yang sudah tersedia.
MEDIA SEBAGAI INDUSTRI
Media adalah industri yang menghasilkan komoditas maka unsur komersial menjadi menonjol. Komersialisasi adalah implikasi dari revolusi media yang mendorong media dengan visi ekonomi. Hal ini wajarmengingat inovasi mediakomunikasi memang disemangatioleh jiwa kapitalisme. Selain itu, hal ini juga nampak dari posisimodal (kapital) yang menjadipenentu bagi teknologi.
Media massa (di Indonesia) merupakan tampilan sosok yang retak karena apa yang direkam adalah masyarakat yang juga telah mengalami “keretakan mental”
Contoh : masyarakat telah mengajukan kritik yang pedas terhadap materialisme, tetapi pada saat yang sama pola hidup konsumerisme dan hedonisme semakin menguat dan seolah menjadi ekspresi sukses dan bahkan modus eksistensi pergaulan.
Postingan ini dibuat untuk memenuhi
tugas mata kuliah kapita selekta di
Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Tarumanagara (FIKom UNTAR)
kelompok 3 yang berangotakan:
Frans Giovanni/915130123
Jason Montana/915130104
Robby Tirta/915130105
Roderick/915130149
Tjam Robby/915130121
Nikky/915130122
tugas mata kuliah kapita selekta di
Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Tarumanagara (FIKom UNTAR)
kelompok 3 yang berangotakan:
Frans Giovanni/915130123
Jason Montana/915130104
Robby Tirta/915130105
Roderick/915130149
Tjam Robby/915130121
Nikky/915130122

Tidak ada komentar:
Posting Komentar