Hari Selasa 1 November 2016 Kapita Selekta kelas b kedatangan dosen tamu Maman Suherman atau lebih sering disapa Kang Maman yang dikenal sebagai notulen di acara televisi Indonesia Lawak Klub.Sedikit quotes dari Maman Suherman:
"HURUF jika digabung akan menjadi KATA. KATA digabung akan menjadi KALIMAT. KALIMAT akan bermakna jika diberi JEDA. Begitupun dengan HIPUP. HIDUP juga perlu JEDA (LIBUR). Jika kata LIBUR huruf L dan R dihilangkan maka tempat terbaik untuk berlibur adalah di pangkuan IBU."
Akhir-akhir ini suatu program Televisi yang paling penting untuk diperhatikan adalah Share dan Rating.
Alhasil kualitas acara tidak di pikirkan, dengan menghasilkan produk-produk acara instant tanpa memikirkan dampak untuk masyarakat maka banyak acara yang kurang berpendidikan sehingga masyarakat mengkonsumsi acara yang tidak berkualitas
Share adalah persentase jumlah pemirsa atau target pemirsa pada ukuran satuan waktu tertentu pada suatu channel tertentu terhadap total pemirsa di semua channel.
Rating adalah estimasi penonton televisi dari seluruh pemilik televisi.
Proses kerja sebelum produksi TV di dunia ini hanya ada 3 cara, yaitu:
* Amati
* Tiru
* Modifikasi
Seorang kreativitas jurnalistik tidak hanya mementingkan 5W+1H dalam menjawab pertanyaan, di Amerika, seorang Jurnalis sudah menggunakan 5R dalam proses kerja kreatif, yaitu:
1. Read: Rajin-rajinlah membaca, karena dengan membaca akan menambah wawasan dan pengetahuan seseorang, dengan demikian apapun yang diucapkan akan menjadi sesuatu yang berkualitas
2. Research: Seorang praktisi komunikasi harus mencari tahu fakta dari suatu fenomena dan permasalahan yang ada.
3. Reliably: Sekali membuat kesalahan susah untuk membuatnya kembali benar. Oleh karena itu, seorang praktisi komunikasi harus mencari kebenaran akan suatu peristiwa agar nantinya tidak menimbulkan permasalahan.
4. Reflecting: Menulis tidak hanya melihat dari satu sudut pandang kita sendiri namun juga dari banyak sudut pandang karena pada akhirnya yang terutama bukanlah benar atau salahnya seseorang.
5. W(R)ite: Seorang praktisi komunikasi harus menulis untuk kebenaran. Terutama seorang praktisi PR tidak harus selalu membela perusahaan dimana ia bekerja, melainkan praktisi PR bertugas untuk menonjolkan sisi positif dari perusahaan tersebut melalui tulisan-tulisannya.
Proses kerja kreatif harus berdasarkan hati nurani. Seorang praktisi komunikasi khususnya jurnalis harus memiliki hati nurani dalam menerbitkan tulisannya dan seorang praktisi komunikasi harus dapat memilih dan memilah yang mana yang boleh disebarkan kepada publik dan yang mana yang tidak seharusnya menjadi konsumsi publik.
Postingan ini dibuat untuk memenuhi
tugas mata kuliah kapita selekta di
Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Tarumanagara (FIKom UNTAR)
kelompok 3 yang berangotakan:
Frans Giovanni/915130123
Jason Montana/915130104
Robby Tirta/915130105
Roderick/915130149
Tjam Robby/915130121
Nikky/915130122
Tidak ada komentar:
Posting Komentar